Jumat, 25 Juni 2010

Anis kembang

AK - From Trotol to Kontes

Rekan2 KMers terutama para penikmat AK, berikut ini adalah rangkuman mengenai AK yang saya temukan di forum AK dari web KICAUMANIA, ditambah sedikit pengalaman saya selama menikmati AK. Bagi para pakar AK, tolong dikoreksi ulasan ini supaya tidak menyesatkan juga agar pembahasannya lebih luas.

1. Memilih AK & Membedakan AK Jantan - Betina

Untuk mendapatkan AK yang berkelamin jantan, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan. Pertama, pilihlah AK yang matanya besar dan menonjol. Patokan kedua adalah dengan mengamati cara AK berdiri. Pilih yang berdiri dengan tegak. Ketiga, carilah AK yang bentuk paruhnya tebal dan lancip seperti bentuk buah belimbing (AK seperti ini diyakini mempunyai suara yang keras). Keempat, sebaiknya cari body AK yang bentuknya panjang. dan bentuk kepala datar (papak). Kelima, warna bulu. AK yang berkelamin jantan diyakini mempunyai warna yang lebih tegas dan gelap dibanding warna bulu pada betina. Terakhir, kalau kita sudah terbiasa melihat dan membandingkan AK jantan dengan AK betina, maka akan terlihat dengan jelas bahwa body AK betina cenderung bulat (dari bagian antara leher dengan dada hingga perut membentuk huruf “C”) sedangkan AK jantan lebih rata. Satu hal lagi berdasarkan pengalaman saya, carilah AK yang warna bulu putih dikedua pipinya lebih sedikit. AK seperti ini biasanya mental tempurnya lebih bagus. Semua criteria diatas hanya berlaku untuk AK yang belum bunyi, baik ngeriwik maupun ngeplong.

Bagaimana dengan AK yang sudah ngeriwik dan bahkan sesekali ngeplong? Ada satu tips untuk membedakan AK jantan dan betina berdasarkan suara pada saat ngeriwik. AK betina pada saat ngeriwik suaranya kedengaran lebih rapat dibanding AK jantan namun lagu yang dikeluarkan tidak terlalu jelas. Ibarat kalau kita sedang mendengar suara dari tape recorder, maka lebih banyak terdengar suara treble. Ini memang agak susah untuk dijabarkan. Tapi kalau kita jeli, maka akan jelas sekali terdengar perbedaannya. Sedangkan untuk AK yang sesekali ngeplong, perhatikan lagu yang dibawakan. Hampir 95% AK betina hanya mengeluarkan satu jenis lagu (sejurus) pada saat negplong yang dilantunkan dengan berulang2 atau istilahnya ngeplay. Sedangkan AK jantan variasi lagunya lebih banyak.


2. Merawat AK

Umumnya AK trotol yang kita beli di pasar burung berumur sekitar 1,5 hingga 2bulan. Walaupun AK termasuk burung yang suka dengan hawa dingin, sebaiknya hindari memandikan AK yang berumur kurang dr 3 bulan didalam bak keramba. Untuk AK yng berumur kurang dari 3 bulan, sesekali boleh kita semprot dengan sprayer dengan catatan saat cuaca sedang terik. Usahakan jemur setiap hari dengan durasi maksimal 30 menit (jam 7.30 hingga 8.00) dan semakin intens seiring bertambahnya umur AK. Setelah berumur 3 bulan atau lebih, baru mulai kita perkenalkan mandi didalam bak keramba. Umumnya AK tidak akan mau masuk ke dalam bak keramba karena belum biasa. Adalah tugas kita untuk mengajarkan AK agar mau masuk kedalam bak keramba dengan cara ditangkap. Begitu pula sebalinya jika AK tidak mau masuk kembali kekandangnya dari keramba. Kegiatan “sekolah” ini bisa berlangsung sekitar 1 – 2 minggu dan setelah itu AK akan masuk sendiri ke dalam bak keramba dan sebaliknya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya AK bukan lah burung yang gampang stress. Untuk AK trotol, berikan makanan yang variatif. Semakin variatif semakin bagus. Jika AK sudah terbiasa dengan makanan yang variatif, kelak untuk mengatur setelannya akan lebih mudah. Contoh komposisi makanan harian AK trotol:
- pagi : jangkrik 2 (buang kaki dan kepala); selang 1 jam, cacing sebanyak2
nya sampai AK tidak mau lagi.
- siang : kroto campur dengan voor basah dengan perbandingan 70:30 dan
kurangi persentase kroto setiap 1 minggu sebesar 10%.
- sore : sama seperti pagi.
Seminggu 3 kali disuapin juga dengan berbagai macam buah, al: pepaya, apel, pisang. Ulat bambu & secuil daging udang mentah boleh diberikan 1 x seminggu. Catatan: selama memelihara AK, saya pribadi tidak pernah memberikan ulat hongkong untuk AK (banyak AK mania yang mengatakan bisa merontokkan bulu & memberikan efek yang kurang bagus ke mata AK yang lebih sensitive disbanding burung lain).
Settingan makanan diatas hanya contoh saja bukan suatu keharusan karena saya yakin setiap orang punya settingan tersendiri. AK trotol tidak perlu dikerodong pada siang hari, kerodong hanya malam saja.

Untuk AK bahan muda hutan, contoh perawatannya adalah sebagai berikut:

- pagi jam 5 buka kerodong. Embunkan kira-kira ½ jam, setelah itu kasih
jangkrik 1.
- jam 6 mandi. Selesai mandi, angin2kan. Jika ada waktu, bisa langsung
sekalian dijemur dengan durasi 1 hingga 2 jam. Selesai jemur, diangin2kan
kembali sekitar ½ jam. Setelah itu berikan kroto seukuran satu sendok
makan dan langsung dikerodong. Buah boleh diberikan 3 hingga 4 x
seminggu. Sore atau malam, buka kerodong, angin2kan sekitar 1 jam sambil
dikasih cacing 2. Selanjutnya dimandikan. Selesai mandi, berikan lagi cacing
2 (boleh lebih – sepanjang AK doyan). Dengan perawatan rutin dan
konsisten, saya yakin AK akan cepat bunyi. Penting: “Jangan charge
AK yang baru belajar ngeplong dengan AK betina, kecuali AK sudah mau
ngeplong sore hari sekitar jam 4 atau jam 5”.

3. Master untuk AK

AK adalah burung mimikri atau mampu menirukan suara lain dan termasuk burung cerdas yang gampang dimaster. Umumnya penggemar AK menyukai AK yang ngerol dengan speed rapat dibarengi dengan besetan atau lagu tonjolan. Master yang cocok untuk AK antara lain adalah: Blackthroat, sanger, kenari & branjangan untuk speed. Parkit, gereja tarung, jalak suren & lovebird untuk tonjolan.

4. Kapan AK bisa dikonteskan?

Kapan AK bisa dibawa ke kontes Pertanyaan ini singkat dan sering kali dilontarkan namun jawabannya bisa sangat rumit dan bervariasi. Untuk mengetahui kapan AK bisa mulai dilombakan ada beberapa criteria yang harus diperhatikan:
- Cukup Umur. Sebaiknya kalau mau melombakan AK, minimal sudah
mengalami 2 kali mabung. Jika kita terlalu bernafsu untuk menurunkan AK
yang baru sekali mabung ke lomba, dikhawatirkan masa depan AK akan jadi
rusak (sudah banyak teman2 saya yang mengalami kasus ini).
- Latihan. Sebelum diterjunkan ke lomba, ada baiknya AK dilatih dulu
dengan cara dibawa kerumah teman yang juga mempunyai AK (minimal
sudah ngeplong, dan lebih bagus lagi yang sudah ngerol). Usahakan durasi
latihannya tidak terlalu lama. 30 menit adalah waktu yang ideal. Jika AK kita
sudah mau “kerja” dalam latihan tersebut, berarti waktunya sudah tiba
untuk terjun ke kontes. Mulailah dengan kontes tingkat Latber. Jika
AK belum mau kerja, coba lagi beberapa kali supaya AK terbiasa dibawa2
untuk latihan.

5. Over Birahi

Sering kali pada saat kontes kita jumpai AK yang tidak bisa “duduk manis” dan seperti hendak menyerang burung disebelahnya. Jika ini terjadi, berarti AK birahinya over. Untuk menurunkan tingat birahi AK yang over, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Dikawinkan dalam bak keramba
- EF nya dikurangi
- Buah ditambah (atau diganti dengan tomat).
- Intensitas mandi di perbanyak (jika perlu mandi setelah jam 10 malam).
- Diembunkan
Selain over birahi, ada juga factor lain yang membuat AK “bertingkah” saat dikonteskan, antara lain: AK belum biasa dengan suasana kontes, sudah terlalu lama tidak dikonteskan, takut dengan benda2 tertentu (payung, topi, dsb).


6. Apakah AK harus di “charge”?

Ini masih menjadi kontroversi dibeberapa kalangan. Tapi saya akan mencoba untuk memaparkan pengalaman saya dalam beberapa kasus dibawah ini:
- AK yang sebelum kontes harus dicharge dengan betina 1 hari sebelumnya.
- AK yang discharge dengan betina pada saat kontes, baik charge atas
maupun charge
bawah. Yang dimaksud dengan charge atas adalah kandang jantan &
betina direndeng berdekatan diatas gantangan. Sedangkan charge bawah,
AK jantan dan betina hanya direndeng dibawah gantangan dan setelah
dirasa cukup, AK betina ditutup lalu AK jantan digantang.
- AK yang dicharge dengan tangan saat akan digantang.
- AK yang tidak perlu discharge. Gantang langsung ngerol. Umumnya AK type
seperti ini malah tidak boleh melihat AK betina pada saat akan digantang.

Untuk mengetahui AK kita termasuk type yang mana, harus dilakukan experiment berulang2 hingga ditemukan cara yang paling pas.
(sumber kicaumania.org)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar