Jumat, 25 Juni 2010

Murai Batu


PANDUAN MEMILIH MB BERBAKAT
(rangkuman & re-editing)






PANDUAN MEMILIH MURAI BATU BERBAKAT
Masalah bakat adalah masalah yg sama tuanya dengan manusia. Semenjak dahulu orang sudah berusaha membahas masalah bakat. Urgensinya masih tetap actual sampai saat ini, meski dari kaca mata ilmu pengetahuan, hasilnya masih jauh dari memuaskan. Menurut Crow & Crow (1989) bakat bisa dianggap sebagai kualitas yg dimiliki individu dalam tingkat yg beragam. Bakat juga dapat dianggap sebagai keunggulan khusus dalam bidang perilaku tertentu. Saat ini telah banyak berkembang tes-tes tertentu (sering disebut ‘tes bakat') yg dilakukan utk mengukur/menelusuri bakat seseorang. Timbul pertanyaan, “ bagaimana dengan Murai Batu Atas dasar pemikiran bahwa ‘MB istimewa’ dan ‘MB jawara’ adalah MB-MB yg dibekali oleh bakat2 khusus yg telah berhasil digali dan dikembangkan oleh sang perawat, maka penting sekali bagi MB mania untuk mengamati, menerawang, menelusuri & meraba2 kira2 bagaimana bakat yg dimiliki oleh seekor MB sebelum membeli dan menjadikannya momongan, baik itu utk orientasi lomba maupun hanya sebagai klangenan di rumah. Hal ini menjadi penting utk menghindari atau setidaknya mengurangi kekecewaan yg timbul akibat salah dalam menentukan pilihan momongan karena tidak sesuai dgn harapan. DEFINISI BAKAT MURAI BATU Menurut Om didiks-rrbf Definisi BAKAT (POTENSI) = Sesuatu kelebihan yg dimiliki seekor murai dan ada pada dirinya sejak dilahirkan ... diatas rata2 … murai umumnya. Bakat/potensi bermacam-macam :
  1. Bakat kecerdasan, kecerdasan ini sangat luas sekali tentunya. Kecerdasan menirukan suara lingkungan, kecerdasan adaptasi, dan kecerdasan2 yg lain tentunya.
  2. Bakat Fighting termasuk tentunya dgn gaya tarung masing2
  3. Bakat Suara/type suara ada suara ngebas, ada melengking dll yg tentunya bakat ini juga punya korelasi dgn Panjang-pendek pernafasan (nah panjang-pendek pernapasan ini saya yg agak bingung... ini bawaan atau murni bisa dilatih ....??) di dalamnya terikut juga dgn volumenya.
Namun bakat apapun jika tidak di optimalkan, tidak akan berkembangkan dgn baik. Menurut Om suwarno71 Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada makhluknya untuk mengembangkan diri. Bakat itu sendiri berupa pola pikir, kepandaian atau kemampuan yang dimiliki sejak lahir. Walaupun setiap makhluk memiliki talenta, jika tidak berusaha untuk membukanya maka talenta yang diberikan Tuhan akan menjadi sia-sia. Saya percaya setiap burung mempunyai BAKAT, permasalahannya adalah bagaimana kita mengenali & mencirikan bahwa burung tersebut mempunyai BAKAT YANG SUPER? Kalo kita belum mengenalnya terlebih dahulu. Berkaitan dengan bakat pada burung, tentu saja burung tersebut harus mengeluarkan talenta-nya terlebih dahulu, baru kita dapat mengambil kesimpulan bahwa burung tersebut mempunyai bakat. Lewat talenta tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa burung A, mempunyai bakat SUARA NEMBAK-NEMBAK, burung B mempunyai bakat NGEROL, burung C mempunyai bakat VOLUME yang KERAS (TEMBUS) dsb. Atas dasar hal tersebut, baru kemudian kita dapat memaksimalkan bakat tersebut. Menurut Om FREDY TJA Aspek bakat pada burung meliputi mental dan gaya tarung burung bersangkutan. Pertanyaan selanjutnya, “ Bagaimana Cara Memilih MB Berbakat”. Secara garis besar pemilihan MB berbakat biasa dilakukan oleh MB mania dgn dua cara. Cara pertama adalah dgn memperhatikan Tingkah Laku dan Gaya MB bersangkutan. Cara kedua adalah dengan memperhatikan/mengamati bentuk Katuranggan yg dipercaya mewakili bakat dari MB. CARA MEMILIH MB BERBAKAT DARI TINGKAH LAKU DAN GAYA MB berbakat bisa dipilih sejak trotol dan muda hutan sampai umur kira-kira 3 tahun. Setelah umur 3 tahun dan mb itu 'kelihatan biasa2 saja, maka bisa dianggap mb itu kurang berbakat (tapi tentu saja penilaian ini bisa salah, karena bisa jadi mb itu selama 3 tahun dipelihara dengan kurang tepat atau kurang perhatian). Untuk mb2 muda, memilih MB berbakat tentulah mental yang didahulukan. Kalau yg sudah setengah jadi/jadi, barulah isian, gaya & konsistensi kinerja. Cara memilih mb berbakat harus melihat langsung, dgn video saja kadang tidak cukup ( kecuali mb nya benar2 bagus mental dan isiannya ). Cara memilih mb berbakat, sangat sulit dilakukuan dgn hanya melihat fotonya saja ( kecuali mb benar2 bagus, dan kelihatan per pic nya sedang ngotot menghadapi lawan2nya ). Untuk mb mb yang benar benar bagus bakatnya, tentu tidak perlu 'dipilih' lagi karena sangat jelas bakatnya. Memilih MB Berbakat untuk Trotol / Muda Hutan
  1. Tingkah laku ketika dia sedang bersatu dgn yg lain ( istilah Jawanya : ombyokan ), mb berbakat haruslah kelihatan sigap, waspada tapi tidak ‘grapyak-grupyuk’ alias pecicilan. Mb berbakat, meski kelihatan takut orang tapi cara bergeraknya tidak merusak fisiknya ( nyungsepkan muka ke jeruji, ekor dan sayap amburadul kena jeruji ), mb yg seperti itu bisa dianggap kurang berbakat. Namun, ada mb berbakat yg bergaya seperti itu dengan catatan mb itu baru ditangkap. Di sini jangan disalah artikan pula bahwa mb yg takut orang adalah mb kurang berbakat, sebab ada mb mb bagus bahkan mb juara yg masih takut orang ketika belum digantang. Namun setelah digantang mb itu tidak lagi memperdulikan orang, tapi memperdulikan musuh2nya.

  2. Tingkah laku ketika dia sendirian di sangkar. Mb berbakat biasanya tetap berada di tangkringan ketika dilihat orang. Sikapnya waspada, sesekali ekor naik turun (meski belum mengeluarkan suara). Lebih bagus lagi kalau dengan sikap seperti itu dia mau mengeluarkan suara. Prinsipnya bahwa mb berbakat itu meski masih belum jinak, dia akan berada di tangkringan atau ke jeruji sangkar, bukan ndelosor di dasar sangkar. Mb Mb berbakat sangat jarang untuk ndelosor di dasar sangkar dengan posisi seperti mau sembunyi alias ngumpet.

  3. Tingkah laku saat kita "nyolokin" jari ke ruji sangkarnya, mana yg berani (paling tidak ga ngelabrak, dalam kondisi burung sehat tentunya) biasanya mentalnya bagus. Sukur2 kalo ada yg malah melawan dengan ngeretek sambil maenin ekor itu lebih bagus lagi.

  4. Mengeluarkan suara ketrekan dan sikapnya siaga walaupun masih dalam ombyokan dan selalu kembali ke tangkringan atau dinding sangkar dan jarang diem di bawah.

  5. Kretekannya keras dan beruntun. Mb yg kretekannya keras dan beruntun, bisa dipastikan suaranya keras. Namun mb yg kretekannya sedang atau kecil, belum tentu bersuara sedang atau kecil, bisa saja mb itu bersuara keras. Biasanya mb yg kretekannya keras mentalnya bagus. Namun hal ini juga tidak bisa dipastikan, karena mental itu parameternya relative dan banyak juga mb mb bersuara sedang atau bahkan kecil namun bermental sangat bagus. Malahan mb seperti ini bisa 'ngedur' kerjanya.

  6. Tampang garang, tatapan mata tajam (ini cuma bisa dirasain oleh kita yg menatap lsg).

  7. Apa MB tersebut berani bertatap muka dr segala arah

  8. Lihat dari cara MB memandang kalau kita dekati dan kita tatap matanya dia bersikap siaga dan MB tsb berani menatap kita lebih lama walaupun terbang sesekali.

  9. Tidurnya selalu ditangkringan yg paling tinggi (kalo ombyokkan)

  10. Saat sudah sendiri dia ngeriwik dgn isian2 atau suara2 master bkn suara MB, tentu dgn lagu yg panjang2, dengarkan kejelasan artikulasi dia menirukannya (sejelas apa), volume mungkin belum keras tapi paling tdk terdengar kasar2nya

  11. Merespon terhadap gangguan, syukur2 dengan bentakan suara MB

  12. Dekatkan dengan MB senior tetep spt itu.

  13. Kalo bisa liat dia mandi, cari yg mandinya heboh dan lama.

  14. Lihat bentuk perut sampai leher, sedikit berbentuk koma pada saat siaga.

  15. Apabila MB MH di dalam kelompok yang disatukan/ombyokan pilih yang dominan, misal apabila ada mb lain yang mendekat dia langsung mengusirnya (biasanya di patuk).

  16. Pilih yang makannya rakus.

  17. Bagaimana cara berdirinya. Apakah burung tersebut berdiri dengan posisi 45 derajat dengan ekor melengkung kebawah, 45 derajat dengan ekor proporsional, 90 derajat dengan ekor proporsional atau membungkuk seperti orang ketakutan.

  18. Apakah posisi berdirinya menyerupai huruf "X" horisontal, atau sering berdiri dengan satu kaki saja.

  19. Bagaimana cengkeraman kakinya (bukan warna kakinya). Apakah mencengkram tangkring dengan kuat atau sekedar menempel saja ditangkringan.

  20. Tanya ke pemikat MB tsb, pemikat akan tahu Volume maupun mental bahwa indukan dari anak yg ditangkap bagus, biasanya pengepul akan menyendirikan si MB ini. Kendalanya kita mendapatkan MB dari tangan ke X (bisa tangan ke tiga atau ke sekian, sehingga susah cara ini. Hal ini seperti dilakukan pengepul AM di Bali, pengepul AM di Bali memilah milah AM berdasarkan indukannya anakan .... pengepul tahu indukannya mempunyai Volume dan gaya telernya. Biasanya harga nya agak mahal.
Memilih MB Berbakat untuk MB Setengah Jadi / Jadi
  1. Memantau di Latber, kalau rajin ke latber baik memantau sendiri atau lewat orang yg dipercaya maka akan dapat menemui MB berbakat. Kalau jeli, tdk harus juara, kadang stelannya kurang bagus si MB gak juara, namun kita percaya bahwa MB tsb prospek.

  2. Amati tingkah lakunya dan volume, kalau terlihat mapan dan berani dan volumenya tembus maka MB ini adalah MB yg berbakat. Cara ini akan lebih mudah kalau kita datang ke latber atau lomba kecil, disitu kita bisa dengar mana MB yg volumenya keras dan tingkah lakunya mapan dan berani, walaupun MB itu tidak juara.

  3. Dengar suaranya, mana nih yg kenceng dan lihat, mana nih yg mentalnya langsung DOR! begitu buka krodong, lihat lawan langsung DER!!!
Apa yg menjadi tolok ukur volume si MB ?
  • Dengan feeling. Kalau kita tanggap dengan mendengarkan suara hariannya saat bunyi akan terlihat si MB mempunyai suara keras atau tidak.
  • Dengan menempel dengan MB lain. Bisa juga kita kumpulkan MB temen, terus adu beberapa MB tsb, ini akan terlihat volume diantara MB tsb.
  • Dibawa ke Latber. Jelas, walau tdk menjadi juara, terlepas juara atau tidak, maka saat ngalawan atau bunyi diantara MB yg dilatber akan terdengar kekerasan Volume MB tsb. Kalau si MB volumenya menonjol, maka akan tembus diantara MB yg lain. Apalagi kalau penonton berteriak, maka si MB akan lbh dominan suara diantara yg lain.
Memilih MB Berbakat untuk Trotol Breeding
  1. Untuk trotol penangkaran relatif lebih sulit, krn trotol penangkaran relatif sudah terbiasa dengan lingkungan manusia, gayanya lebih tenang dan lebih mapan drpd trotol hutan. Namun tentu saja meski lebih tenang dan lebih mapan drpd trotol hutan itu bukan berarti trotol penangkaran lebih berbakat drpd trotol hutan yg kurang tenang. Untuk Mb ring, tips nya gampang saja: Pilih mb trotol ring yang indukan jantannya pernah juara (minim latber) dan betinanya juga tangguh. Pemilihan mb ring seperti ini mempunyai peluang besar menemukan mb berbakat. Meski begitu, bukan berarti indukan non juara, keturunannya tidak ada yg berbakat. Setidaknya, dengan indukan jantan juara dan indukan betina bagus, peluang Anda cukup besar menemukan mb berbakat. Simple saja, alias, as simple as that.

  2. Cari ke Breeder MB, nah tanya trah indukan nya, setidaknya kita mempunyai peluang dari indukan yg bagus anakannya akan bagus juga. Ini sdh dibuktikan dr beberapa Breeder MB terkenal, dimana anakannya sdh mulai menduduki jawara (berdasarkan pantauan saya).

  3. Meski tergantung kualitas indukannya, tetapi tetep aja harus dilihat kriteria "Memilih MB Berbakat" pada MB tersebut walaupun indukannya JAWARA, karena ga jamin 100% pasti berbakat.
CARA MEMILIH MB BERBAKAT BERDASAR KATURANGGAN
Definisi Katuranggan Katuranggan berasal terdiri dari 2 kata yaitu katur dan angga. Katur berarti menyampaikan, dan angga berarti badan. Jadi katuranggan adalah pengetahuan yang menyampaikan pengertian tentang bentuk - bentuk badan. Dalam bahasa Belanda, istilah katuranggan dikenal dengan sebutan exterieur (bentuk lahiriah, bagian badan yang nampak di luar) (Sumber: Trubus Edisi Februari 1988). Menurut Purbasasmita untuk menentukan mutu suatu burung mesti di lihat dari katuranggannya. Pendasaran ini tentu saja tidak asal jeplak, karena Purbasasmita sendiri sudah melakukan research terhadap kondisi/ciri-ciri fisik burung juara pada saat itu (kebetulan research-nya burung perkutut) dan pengalamannya sudah malang melintang tentang hal ini. Katuranggan yang dimaksud Eyang Purbasasmita bukan insting, tetapi pencapaian hasil research dan pengalaman empirik di lapangan. Katuranggan, Berbakat & Berprestasi merupakan 3 hal yang berbeda-beda dan dihasilkan oleh RUMUS yang berbeda pula. Deviasi untuk katuranggan mungkin cuma 10% saja, artinya : ‘orang yang memilih menggunakan metode KATURANGGAN, kemungkinan melesetnya cuma 10 %’. Karakter burung itu misteri, kenapa??? jelas, burung tdk bisa kita ajak bicara spt manusia. Nah karena kemisteriannya itulah muncul pakem-pakem tertentu untuk mencari dasar bakat dr burung itu sendiri atau bahasa umumnya katuranggan. Mengenai ciri-ciri tertentu untuk mengenali burung berbakat melalui katurangaan saya 100% percaya banget. Katuranggan = Ciri-ciri Fisik Seekor murai yg ditengarai berhubungan dgn bakat2 yg dimiliki. Menurut saya ini hanyalah cara penilaian kita saja berdasarkan imajinasi dan pengalaman selama ini untuk mengetahui bakat2 yg dimiliki seekor murai. Bakat yg bisa di prediksi berdasarkan KATURANGGAN dan masih bisa dinalar dengan akal adalah : VOLUME dan POWER. Bakat laen seperti mental, gaya tarung, kecerdasan itu masih misteri bagi saya. Cara Memilih MB Berbakat Berdasar pada Katuranggan
  1. Postur kaki yg jangkung dan jari2 panjang dan cengkraman yg kuat.

  2. Warna kaki ngga masalah tapi type kaki yg kering (spt dah berumur).

  3. Kaki kokoh, warna tidak masalah kalau dapet yang hitam lebih baik.

  4. Mata yg besar bulat dan sorot mata yg tajam dan jernih.

  5. Kepala besar bentuk papak.

  6. Bentuk kepala seperti kepala ular (bentuk atas kepala mengikuti buletan mata)

  7. Paruh panjang dan lurus atau mblimbing.

  8. Leher panjang dan besar.

  9. Badan cenderung lebih pendek dr lehernya (kalo bisa) .

  10. Lengan sayap yg terlihat kokoh.

  11. Dari depan dada yg cenderung kecil membesar dipinggang/pangkal ekor (pengalaman dada besar suka batman).

  12. Ekor sedang, lurus dan kokoh, kalo panjang yg lemes tp kokoh dipangkal serta agak lengkung kebawah.

  13. Warna dada untuk MB ekor pendek saya suka yg terang (biasanya pinter) .

  14. MB yang tongkrongannya gagah, tulang kakinya keker cenderung memiliki daya tempur yang bagus, jika dibandingkin dg MB yang tongkrongannya biasa-biasa saja … tulang kakinya kurang keker.

  15. Paruh tebal & ceper dinilai punya bakat suara yg keras & pedas.
PENUTUP Pengetahuan tentang Bakat sangat penting sekali dalam dunia burung khususnya MB. Kita mengetahui si MB berbakat bila MB bahan/trotol adalah seperti telah dijelaskan oleh rekan2 di atas, seperti: Ketrekan, Volume, Daya tempur walau masih bahan/trotol, rajin ngriwik/bunyi dsb. Pengetahuan mengenai katuranggan juga sangat penting bagi penggemar burung khususnya MB, karena dapat dijadikan pegangan penting untuk memilih dan meramalkan prestasi suara burung khususnya MB tsb. Kembali lagi bahwa dari sudut pandang manapun kita berpendapat, semua ada benarnya dan juga ada salahnya karena KEMISTERIANNYA itu. (karakter burung itu adalah misteri)
Terlepas dari semua uraian di atas, yg harus digaris bawahi adalah bahwa :
‘MB berbakat ini belum tentu bisa jadi juara, karena menjadi juara faktornya banyak sekali, misal perawatan, settingan dan faktor2 non teknis’ ‘MENANG adalah perwujudan dari pengembangan berbagai macam bakat yg ada pada burung yg telah dikembangkan secara OPTIMAL, sehingga mendapatkan apresiasi dari kalangan umum/Yuri lomba sehingga jadi The Best’. Harap dibedakan pengertian Berbakat dengan Berprestasi. Karena dua kata tersebut merupakan 2 hal yang berbeda. Berbakat belum tentu Berprestasi, sedangkan Berprestasi merupakan apresiasi dari capaian atau out put setelah melalui proses pemaksimalan bakat tadi. Tulisan ini bukan sebuah kesimpulan, tetapi hanya merupakan rangkuman dari posting2 rekan KMers pada thread “Cara Memilih MB Berbakat” yg diangkat om adlysalo dan pada thread “katurangan vs bakat, siapa yang bakal mendominasi ?!” yg digulirkan oleh om atm. Untuk tujuan orisinalitas saya tdk menambahkan dg sumber dari luar. Selanjutnya saya mohon maaf karena untuk tujuan kenyamanan membaca (maksudnya supaya nyambung), beberapa bagian postingan rekan2 saya edit dan digeser kesana-kemari utk membuat alur cerita. Silakan rekan KMers utk menambahkan atau memberi keterangan tambahan jika dianggap diperlukan. Karena saya hanya pecinta MB dan bukan Pakarnya maka sejauh ini, itulah yg dpt saya tangkap dari kedua thread tersebut. Sebagai penutup, sebuah posting yg sangat indah dari rekan KMers

Bagi Buyer:
Mencari MB Berbakat dapat dicarikan dengan beberapa cara & metode berdasarkan pengalamannya masing-masing.

Bagi Breeder:
MB Berbakat tidak dicari, tetapi justru diciptakan. Melalui pengalaman empiriknya seorang breeder dapat menciptakan Model atau Super Model MB Seperti Apa Kelak. Saya percaya dengan pengalaman Trial dan Error, MB berbakat dan berkaturanggan bagus dapat diciptakan oleh seorang breeder.

Maka dari itu Ayo mulai belajar breeder(sumber kicaumania.org)

Perawatan AM ala om duto solo

Berikut ini tanya jawab saya (Duto Sri Cahyono) dengan rekan Widodo Tri C di milis KM. Bisa dikembangkan lebih lanjut.

Tanya (Widodo Tri):

Mas Duto,
Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim's berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.
NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?


Jawab (Duto):

Salam kenal.
Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.
Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.
Demikian jawaban saya saat ini. Moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):

Terima kasih banyak atas masukannya. Sebenarnya saya memelihara anis merah ini adalah untuk tujuan lomba. Karena terus terang saya belum pernah main di burung ini. Sedangkan biasanya saya main lomba di burung-2 type fighter ( kacer, hwamei dan murai batu ). Dan setiap saya ketemu orang yang punya jagoan anis merah, kemudian saya tanya mengenai seluk beluk perawatannya selalu saja mengelak. Justru malah memberikan informasi yang 'menakutkan' yang katanya ginilah atau gitulah kalau memelihara anis merah. Tapi itu justru membuat saya semakin penasaran. Kebetulan dulu waktu saya tugas di jambi, saya sempat browsing dan menjadi anggota milis MPZ, dan saya lihat tulisan maupun penjelasan yang diberikan mas duto itu enak sekali. Tidak menutup-nutupi suatu hal. Cuma sayangnya saya nggak sempat copy banyak mengenai perawatan burung anis merah dan begitu kembali ke jakarta server kantor kena serang virus sehingga semua milis di yahoo di block oleh IT kita. Jadinya saya belum bisa gabung lagi di milis dan saya minta bantuan mas dutonya melalui japri.
Mengenai perawatanan anis merah untuk lomba apakah berbeda sekali dengan perawatan normal seperti yang mas duto tuliskan di bawah? Apakah pemberian extrafooding yang berlebih yg dapat memepercepat rontok bulu punya efek negatif yang besar setelahnya?
Dan saya ingin menanyakan fungsi ekstra fooding. Terutama cacing dan buah. Ada yang memberi informasi kalau pemberian cacing tiap hari akan memudahkan anis merah teler waktu di gantang. Tetapi ada yang memberitahu kalau tiap hari di beri cacing akan membuat burung tsb gembos. Dan buah khususnya apel merah bisa menggelontor/menguruskan burang pasca mabung. DAn katanya itu harus diberikan setiap hari. Yang benar itu gimana mas?


Jawab (Duto)

Ok Mas,
Perawatan anis merah untuk rumahan dan lomba, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya harus menurut standar kecukupan gizi (untuk makanan) dan perlakuan (agar tidak mudah stress). Cuma saja, biasanya, burung untuk rumahan tidak terawat secara maksimal karena kita hanya memerlukan kicau merdunya setiap hari, setiap saat. Sedang kalau untuk lomba, kita perlu melatihnya bertarung di berbagai arena latihan bersama. Kalau terbukti suaranya "tembus" (keras melebihi kerasnya suara rata-rata burung lain) dan bermental bagus (teler habis dari awal sampai akhir) dengan gaya teler yang bagus (ngipas-- ekor kembang-kempis seperti kipas atau nyacah-- gaya teler dengan kepala mengangguk2 beritme cepat), maka kita pelihara burung itu untuk jagoan di arena lomba.
Sedangkan kalau hanya sebatas gacor tetapi gaya telernya biasa atau hanya teler kalau sendirian misalnya, maka itu cocok untuk burung rumahan.
Intinya, untuk perawatan, sebaiknya tidak ada beda. Harus sama-sama bagus.
Percepatan perontokan dengan penambahan EF (biasanya kroto dan ulat hongkong) bisa dilakukan. Cuma saja, ulat hongkong dibatasi jumlahnya (paling 10-15 ekor) dan itupun hanya ulat hongkong yang sudah diberi makan wortel atau daun pepaya.
Efeknya, burung bisa kegemukan dan kalau sudah kegemukan, sulit sekali menguruskannya lagi. Padahal, burung gemuk biasanya males bunyi.
Soal cacing, ya pastilah dia akan membuat burung mudah teler karena cacing bergizi tinggi dan merangsang burung untuk selalu bergembira ria (hehehehe....setara daging kambing untuk manusia kali ya.....).
Kalau kaitannya dengan gembos, saya kira tidak. Cuma, kalau burung terlalu banyak bunyi ketika sendirian. Maka dia akan mudah gembos kalau ditarungkan. Nah kita pilih mana? Kalau kita perlihara burung untuk kicauan di rumah, ya kalau di rumah nggak usaha dikerodong biar bunyi terus. Kalau mau buat lomba, ya kalau di rumah dikerodong terus agar tidak kehabisan stamina ketika lomba karena sudah bunyi terus sehari-dua hari sebelumnya secara terus menerus.
Kalau burung makan buah jadi kurus itu ya masuk logika sih Mas. Cuma biasanya, pemberian buah harus dibarengi dengan pengurangan jatah pakan lain (vorr-------sumber karbohidrat ataupun EF yang banyak lemaknya spt jangkrik dsb). Kalaupun digelontor buah kok tidak ada pengurangan karbohidrat, ya sama saja bohong.
Kalau kurang karbohidrat dan cuma banyak mengkonsumsi buah, maka burung bisa cepet kurus.
Cuma, pengurangan karbohidrat dan EFnya jangan kebangetan, nanti kurang gizi.
Untuk pengurusan, hal yang paling utama adalah sering memandikan burung di karamba. Dengan mandi di karamba, burung mengeluarkan energi yang besar untuk mengepak2kan dan menggetarkan sayap serta untuk menaikkan suhu tubuh. Jadi itulah sebenarnya, mengapa burung yang sering dimandikan malam hari "relatif" bagus. Sebab, kelangsingan tubuhnya terjaga dan karenanya rajin bernyanyi.
Begitu dulu ya Mas, moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):

Sory mas Duto ada pertanyaan yang ketinggalan,
Kalalu anis merah dimasukkan dalam kandang umbaran ( seperti yg biasa saya lakukan untuk burung-2 fighter ) kira-kira boleh nggak ya? Apakah nanti malah bisa terjadi masalah? Ataukah malah sebaliknya, performannya dan fisiknya malah bagus?


Jawab (Duto):

Nggak menjamin jadi bagus Mas. AM itu burung yang relatif peka terhadap perubahan2 kandang, pakan, kondisi dsb. Maunya pengin jadi bagus, bisa-bisa malah jadi jeblok. Terus terang, selama ini belum pernah saya melihat/mendengar ada AM yang diterapi kandang umbaran (untuk meningkatkan stamina dengan cara memaksa dia "berolahraga"). Tapi kalau Anda mau mencobanya, itu sangat bagus.
Tinggal nanti saya menunggu report-nya. Bagaimana? Hehehehe....
Salam,
Duto Solo
nah bagi AM mania monggo sharing saya pribadi belum juga menemukan yang pas buat AM toh punya AM juga ga hehehehe...........

Duto Sri Cahyono is offline Add to Duto Sri Cahyono's Reputation Report Post Reply With Quote

Anis kembang

AK - From Trotol to Kontes

Rekan2 KMers terutama para penikmat AK, berikut ini adalah rangkuman mengenai AK yang saya temukan di forum AK dari web KICAUMANIA, ditambah sedikit pengalaman saya selama menikmati AK. Bagi para pakar AK, tolong dikoreksi ulasan ini supaya tidak menyesatkan juga agar pembahasannya lebih luas.

1. Memilih AK & Membedakan AK Jantan - Betina

Untuk mendapatkan AK yang berkelamin jantan, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan. Pertama, pilihlah AK yang matanya besar dan menonjol. Patokan kedua adalah dengan mengamati cara AK berdiri. Pilih yang berdiri dengan tegak. Ketiga, carilah AK yang bentuk paruhnya tebal dan lancip seperti bentuk buah belimbing (AK seperti ini diyakini mempunyai suara yang keras). Keempat, sebaiknya cari body AK yang bentuknya panjang. dan bentuk kepala datar (papak). Kelima, warna bulu. AK yang berkelamin jantan diyakini mempunyai warna yang lebih tegas dan gelap dibanding warna bulu pada betina. Terakhir, kalau kita sudah terbiasa melihat dan membandingkan AK jantan dengan AK betina, maka akan terlihat dengan jelas bahwa body AK betina cenderung bulat (dari bagian antara leher dengan dada hingga perut membentuk huruf “C”) sedangkan AK jantan lebih rata. Satu hal lagi berdasarkan pengalaman saya, carilah AK yang warna bulu putih dikedua pipinya lebih sedikit. AK seperti ini biasanya mental tempurnya lebih bagus. Semua criteria diatas hanya berlaku untuk AK yang belum bunyi, baik ngeriwik maupun ngeplong.

Bagaimana dengan AK yang sudah ngeriwik dan bahkan sesekali ngeplong? Ada satu tips untuk membedakan AK jantan dan betina berdasarkan suara pada saat ngeriwik. AK betina pada saat ngeriwik suaranya kedengaran lebih rapat dibanding AK jantan namun lagu yang dikeluarkan tidak terlalu jelas. Ibarat kalau kita sedang mendengar suara dari tape recorder, maka lebih banyak terdengar suara treble. Ini memang agak susah untuk dijabarkan. Tapi kalau kita jeli, maka akan jelas sekali terdengar perbedaannya. Sedangkan untuk AK yang sesekali ngeplong, perhatikan lagu yang dibawakan. Hampir 95% AK betina hanya mengeluarkan satu jenis lagu (sejurus) pada saat negplong yang dilantunkan dengan berulang2 atau istilahnya ngeplay. Sedangkan AK jantan variasi lagunya lebih banyak.


2. Merawat AK

Umumnya AK trotol yang kita beli di pasar burung berumur sekitar 1,5 hingga 2bulan. Walaupun AK termasuk burung yang suka dengan hawa dingin, sebaiknya hindari memandikan AK yang berumur kurang dr 3 bulan didalam bak keramba. Untuk AK yng berumur kurang dari 3 bulan, sesekali boleh kita semprot dengan sprayer dengan catatan saat cuaca sedang terik. Usahakan jemur setiap hari dengan durasi maksimal 30 menit (jam 7.30 hingga 8.00) dan semakin intens seiring bertambahnya umur AK. Setelah berumur 3 bulan atau lebih, baru mulai kita perkenalkan mandi didalam bak keramba. Umumnya AK tidak akan mau masuk ke dalam bak keramba karena belum biasa. Adalah tugas kita untuk mengajarkan AK agar mau masuk kedalam bak keramba dengan cara ditangkap. Begitu pula sebalinya jika AK tidak mau masuk kembali kekandangnya dari keramba. Kegiatan “sekolah” ini bisa berlangsung sekitar 1 – 2 minggu dan setelah itu AK akan masuk sendiri ke dalam bak keramba dan sebaliknya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya AK bukan lah burung yang gampang stress. Untuk AK trotol, berikan makanan yang variatif. Semakin variatif semakin bagus. Jika AK sudah terbiasa dengan makanan yang variatif, kelak untuk mengatur setelannya akan lebih mudah. Contoh komposisi makanan harian AK trotol:
- pagi : jangkrik 2 (buang kaki dan kepala); selang 1 jam, cacing sebanyak2
nya sampai AK tidak mau lagi.
- siang : kroto campur dengan voor basah dengan perbandingan 70:30 dan
kurangi persentase kroto setiap 1 minggu sebesar 10%.
- sore : sama seperti pagi.
Seminggu 3 kali disuapin juga dengan berbagai macam buah, al: pepaya, apel, pisang. Ulat bambu & secuil daging udang mentah boleh diberikan 1 x seminggu. Catatan: selama memelihara AK, saya pribadi tidak pernah memberikan ulat hongkong untuk AK (banyak AK mania yang mengatakan bisa merontokkan bulu & memberikan efek yang kurang bagus ke mata AK yang lebih sensitive disbanding burung lain).
Settingan makanan diatas hanya contoh saja bukan suatu keharusan karena saya yakin setiap orang punya settingan tersendiri. AK trotol tidak perlu dikerodong pada siang hari, kerodong hanya malam saja.

Untuk AK bahan muda hutan, contoh perawatannya adalah sebagai berikut:

- pagi jam 5 buka kerodong. Embunkan kira-kira ½ jam, setelah itu kasih
jangkrik 1.
- jam 6 mandi. Selesai mandi, angin2kan. Jika ada waktu, bisa langsung
sekalian dijemur dengan durasi 1 hingga 2 jam. Selesai jemur, diangin2kan
kembali sekitar ½ jam. Setelah itu berikan kroto seukuran satu sendok
makan dan langsung dikerodong. Buah boleh diberikan 3 hingga 4 x
seminggu. Sore atau malam, buka kerodong, angin2kan sekitar 1 jam sambil
dikasih cacing 2. Selanjutnya dimandikan. Selesai mandi, berikan lagi cacing
2 (boleh lebih – sepanjang AK doyan). Dengan perawatan rutin dan
konsisten, saya yakin AK akan cepat bunyi. Penting: “Jangan charge
AK yang baru belajar ngeplong dengan AK betina, kecuali AK sudah mau
ngeplong sore hari sekitar jam 4 atau jam 5”.

3. Master untuk AK

AK adalah burung mimikri atau mampu menirukan suara lain dan termasuk burung cerdas yang gampang dimaster. Umumnya penggemar AK menyukai AK yang ngerol dengan speed rapat dibarengi dengan besetan atau lagu tonjolan. Master yang cocok untuk AK antara lain adalah: Blackthroat, sanger, kenari & branjangan untuk speed. Parkit, gereja tarung, jalak suren & lovebird untuk tonjolan.

4. Kapan AK bisa dikonteskan?

Kapan AK bisa dibawa ke kontes Pertanyaan ini singkat dan sering kali dilontarkan namun jawabannya bisa sangat rumit dan bervariasi. Untuk mengetahui kapan AK bisa mulai dilombakan ada beberapa criteria yang harus diperhatikan:
- Cukup Umur. Sebaiknya kalau mau melombakan AK, minimal sudah
mengalami 2 kali mabung. Jika kita terlalu bernafsu untuk menurunkan AK
yang baru sekali mabung ke lomba, dikhawatirkan masa depan AK akan jadi
rusak (sudah banyak teman2 saya yang mengalami kasus ini).
- Latihan. Sebelum diterjunkan ke lomba, ada baiknya AK dilatih dulu
dengan cara dibawa kerumah teman yang juga mempunyai AK (minimal
sudah ngeplong, dan lebih bagus lagi yang sudah ngerol). Usahakan durasi
latihannya tidak terlalu lama. 30 menit adalah waktu yang ideal. Jika AK kita
sudah mau “kerja” dalam latihan tersebut, berarti waktunya sudah tiba
untuk terjun ke kontes. Mulailah dengan kontes tingkat Latber. Jika
AK belum mau kerja, coba lagi beberapa kali supaya AK terbiasa dibawa2
untuk latihan.

5. Over Birahi

Sering kali pada saat kontes kita jumpai AK yang tidak bisa “duduk manis” dan seperti hendak menyerang burung disebelahnya. Jika ini terjadi, berarti AK birahinya over. Untuk menurunkan tingat birahi AK yang over, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Dikawinkan dalam bak keramba
- EF nya dikurangi
- Buah ditambah (atau diganti dengan tomat).
- Intensitas mandi di perbanyak (jika perlu mandi setelah jam 10 malam).
- Diembunkan
Selain over birahi, ada juga factor lain yang membuat AK “bertingkah” saat dikonteskan, antara lain: AK belum biasa dengan suasana kontes, sudah terlalu lama tidak dikonteskan, takut dengan benda2 tertentu (payung, topi, dsb).


6. Apakah AK harus di “charge”?

Ini masih menjadi kontroversi dibeberapa kalangan. Tapi saya akan mencoba untuk memaparkan pengalaman saya dalam beberapa kasus dibawah ini:
- AK yang sebelum kontes harus dicharge dengan betina 1 hari sebelumnya.
- AK yang discharge dengan betina pada saat kontes, baik charge atas
maupun charge
bawah. Yang dimaksud dengan charge atas adalah kandang jantan &
betina direndeng berdekatan diatas gantangan. Sedangkan charge bawah,
AK jantan dan betina hanya direndeng dibawah gantangan dan setelah
dirasa cukup, AK betina ditutup lalu AK jantan digantang.
- AK yang dicharge dengan tangan saat akan digantang.
- AK yang tidak perlu discharge. Gantang langsung ngerol. Umumnya AK type
seperti ini malah tidak boleh melihat AK betina pada saat akan digantang.

Untuk mengetahui AK kita termasuk type yang mana, harus dilakukan experiment berulang2 hingga ditemukan cara yang paling pas.
(sumber kicaumania.org)